5 Sektor Saham yang Siap Terbang Tahun 2021

XM broker promo bonus

Beberapa saham unggulan sudah mulai reli lagi menjelang akhir tahun ini, setelah bursa sempat babak belur selama kuartal pertama dan kedua 2020. Beberapa sektor yang sudah mencetak kenaikan signifikan antara lain perbankan blue chip serta properti, sukses memberikan profit hingga beberapa puluh persen bagi investor. Sektor saham apa lagi yang akan terbang tahun 2021 kelak dan layak masuk portofolio?

5 Sektor Saham yang Siap Terbang Tahun 2021

Saat ini, kita telah menerima beberapa katalis penting untuk bursa saham Indonesia tahun 2021. Mulai dari pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja, perpanjangan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), merger bank BUMN syariah, pembentukan holding BUMN baterai, hingga wacana penghapusan pajak dividen dan pembatalan kenaikan cukai rokok.

Dengan meninjau dampak beberapa kabar penting tersebut, kita bisa menyaring sedikitnya lima (5) sektor saham yang prospektif:

  1. Sektor Perbankan: Saham-saham perbankan memang sudah mulai naik daun saat ini. Namun, potensi relinya terus berlanjut hingga tahun depan. Apalagi jika omnibus law benar-benar sukses mengundang investasi masuk ke dalam negeri, sehingga penempatan dana maupun penyaluran pinjaman bakal meningkat.
  2. Sektor Konstruksi dan relasinya: Proyek-proyek pembangunan infrastruktur sempat disuspensi selama tahun ini, tetapi bakal kembali digalakkan tahun depan. Hal ini tentu bakal menguntungkan saham-saham konstruksi seperti Wijaya Karya (WIKA) dan Waskita Karya (WSKT) beserta anak-anak usahanya seperti WSBP (Waskita Beton Precast) dan Wika Beton (WTON). Saham-saham semen juga layak untuk dipantau.
  3. Saham Telekomunikasi: Masa pandemi COVID-19 menyadarkan banyak bisnis di Indonesia tentang pentingnya infrastruktur IT yang bagus dan koneksi internet yang stabil. Hal ini berpotensi mendorong perusahaan-perusahaan telko Indonesia untuk meningkatkan penetrasi pasar sekaligus memperluas jangkauannya. Apalagi UU Cipta Kerja juga memuat rencana pemerintah untuk mencegah perang harga dengan mengatur tarif batas atas dan atau tarif batas bawah dalam penyediaan jasa telekomunikasi.
  4. Saham Tambang: Sejumlah berita santer belakangan ini berhubungan dengan rencana pendirian pabrik Tesla di Indonesia. Masuknya bisnis mobil listrik berpotensi mengatrol saham-saham tambang yang menyediakan bahan baku terkait, seperti nikel. Selain itu, ketegangan hubungan diplomatik China-Australia juga membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi supplier pengganti bagi sejumlah komoditas tambang yang dibutuhkan negeri Panda.
  5. Saham Otomotif: Wacana pembebasan pajak mobil memang sudah gugur, tetapi sektor otomotif tetap berpotensi meroket lagi setelah pandemi COVID-19 berakhir. Seiring dengan normalisasi aktivitas masyarakat, permintaan atas produk otomotif dan onderdilnya akan meningkat. Hanya saja, investor kemungkinan harus menunggu hingga vaksin COVID-19 benar-benar telah mulai didistribusikan se-nusantara.
Baca Juga:   Modal Sesungguhnya yang Dibutuhkan untuk Investasi Saham

Nah, setelah mengetahui beberapa proyeksi ini, sektor saham mana yang akan Anda pilih? Ada baiknya untuk menghindari masuk “all-in” pada satu sektor tertentu saja, melainkan membagi modal ke dalam beberapa sektor. Prinsip diversifikasi tetap perlu dicermati agar terhindar dari kejatuhan saham pada sektor-sektor yang fluktuatif dan mudah terdampak oleh berita baru.

Tagged With :

Leave a Comment