5 Ciri-ciri Penipuan Investasi Emas yang Harus Anda Tahu

XM broker promo bonus

Sejumlah kasus penipuan investasi emas bernilai raksasa pernah mengguncang Indonesia, seperti GITS dan Lautan Emas Mulia (LEM). Kerugian setiap korban dalam kasus-kasus itu bahkan mencapai jutaan dan miliaran rupiah. Padahal, cara menghindari modus operandi penipu sebenarnya cukup sederhana. Risiko tertipu dapat dikurangi apabila Anda mengenali ciri-ciri yang menjadi kedok mereka, kemudian menolak berhubungan dengan siapapun yang memiliki ciri-ciri tersebut.

Ciri-ciri Penipuan Investasi Emas yang Harus Anda Tahu

Tepatnya, ada lima ciri-ciri penipuan investasi emas yang perlu Anda ketahui:

  1. Jaminan imbal hasil tetap (fixed return) dan bebas risiko: Tak ada bisnis atau investasi apapun yang 100% aman, termasuk investasi logam mulia. Setiap usaha pasti mengandung risiko rugi, walau sekecil apapun. Pihak-pihak yang bisa menjanjikan keuntungan tetap bebas risiko sama sekali justru merupakan calon penipu yang sedang berusaha menyesatkan Anda.
  2. Menolak memberikan waktu untuk mempelajari prospektus atau perjanjian tertulis: Sebagai calon investor, seharusnya Anda dapat menelaah prospektus atau draft perjanjian secara teliti tanpa dikejar-kejar waktu. Apabila penjaja investasi emas itu mendesak Anda untuk menyetorkan dana atau menandatangani perjanjian sesegera mungkin tanpa memberi waktu untuk menelaah dokumen, maka ia kemungkinan penipu dengan modus “boiler room“.
  3. Latar belakang perusahaan tidak dikenal: Di era digital seperti sekarang, perusahaan keuangan yang bonafide semestinya memiliki sebuah situs web yang memuat informasi komplit. Apa nama perusahaannya? Sudah berapa lama berdiri? Siapa CEO atau direkturnya? Apakah perusahaan memiliki ijin pendirian dan ijin usaha? Dan lebih penting lagi, Anda harus bisa mengklarifikasi kebenaran info-info itu pula melalui mesin pencari. Apabila perusahaan itu tak memiliki website dan latar belakangnya tidak jelas, maka kredibilitasnya patut diragukan.
  4. Perijinan usaha tidak lengkap: Semua perusahaan berbadan hukum yang didirikan di Indonesia harus terdaftar di Departemen Kehakiman. Akan tetapi, setiap bisnis akan membutuhkan ijin usaha tersendiri. Sebuah broker forex atau agen penjual emas online akan membutuhkan ijin dari Bappebti. Sebuah perusahaan sekuritas membutuhkan ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pastikan bahwa Anda hanya berurusan dengan perusahaan yang telah mengantongi ijin yang tepat. Jangan percaya pada klaim “perijinan sedang dalam proses”, karena lembaga pemerintah resmi tetap tak mengijinkan perusahaan semacam itu untuk beroperasi.
  5. Memberikan persyaratan berliku-liku untuk penarikan dana investor: Sebagai pemilik dana investasi, semestinya Anda memiliki kejelasan mengenai bagaimana cara menarik dana kelak dan biaya apa saja yang harus dibayarkan. Prosedur penarikan dana setiap investasi memang khas dan pasti mengandung biaya tertentu. Namun, prosedur itu harus jelas dan biayanya tak terlalu besar. Apabila perusahaan menetapkan persyaratan berbelit-belit dan memangkas biaya terlalu besar saat Anda ingin menarik dana, maka mereka kemungkinan termasuk perusahaan penipu.
Baca Juga:   Harga Emas, Sabtu 25 Juli 2020

Demikianlah lima ciri-ciri penipuan investasi emas. Dengan mengenali kelimanya, Anda dapat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari jebakan penipu. Namun, perhatikan juga bahwa penipu semakin canggih dari masa ke masa. Seringkali mereka memiliki keahlian khusus untuk memalsukan dokumen dan sejenisnya. Oleh karena itu, kepekaan insting dan pemikiran kritis juga diperlukan. Apabila suatu tawaran investasi itu terdengar terlalu menggiurkan, maka ya, kemungkinan tawaran itu memang menyesatkan.

Tagged With :

Leave a Comment