3 Kunci Sukses Investasi Saham

Banyak orang enggan melakukan investasi saham dengan dalih susah sukses. Padahal, sudah banyak orang yang mencapai keberhasilan dengan berinvestasi saham. Tentu saja, ada pula orang yang gagal; namun, bisnis apa sih di dunia ini yang pasti sukses!?

Demikian pula dengan investasi saham. Pada dasarnya, asalkan Anda mengetahui kuncinya, maka sukses dalam investasi saham dapat dicapai. Dan kunci sukses investasi saham itu tidaklah rumit; hanya ada tiga saja.

Kunci Sukses Investasi Saham

1. Analisis yang Tajam

Salah satu kesalahan yang umum dilakukan oleh investor pemula adalah membeli saham asal-asalan karena “katanya bagus” saja, tetapi tidak melakukan analisis sendiri. Ini merupakan kekeliruan besar, karena hasilnya jadi seperti membeli kucing dalam karung; bagaimana Anda tahu kalau kucing itu gemuk atau kurus!?

Agar bisa mencapai kesuksesan, setiap investor saham harus bisa melakukan analisis teknikal saham dan analisis fundamental sendiri.

2. Punya Rencana Investasi yang Matang

Bisa melakukan analisis saja tidaklah memadai untuk mencapai kesuksesan dalam investasi saham. Anda juga harus mampu menuangkan hasil analisis itu dalam sebuah rencana investasi. Jika tidak, maka hasil analisis justru bisa menyesatkan, karena dana yang Anda miliki itu terbatas, sedangkan jumlah saham yang bagus itu bisa sangat banyak.

Menurut salah satu pakar, rencana investasi saham yang baik itu tidak mencakup terlalu banyak jenis saham dan tidak juga terfokus pada satu jenis saham saja. Oleh karenanya, Anda perlu menyusun prioritas dan rencana investasi, sebelum mengeksekusi hasil analisa.

3. Kondisi Psikologis yang Tenang

Banyak pakar saham menekankan bahwa psikologi yang tepat bagi investor adalah “Anda harus bisa tidur nyenyak setelah beli suatu saham”. Ini artinya, Anda punya keyakinan pada hasil analisa, sekaligus tak merasa terganggu oleh fluktuasi harga yang sementara saja di bursa.

Mental semacam ini kedengarannya mudah, tetapi sebenarnya sulit dicapai. Banyak investor pemula membutuhkan pengalaman lama sebelum bisa menguasainya. Mereka harus terlebih dahulu mengalami kerugian parah dan keuntungan membubung, baru kemudian dapat mengendalikan emosi. Meski demikian, apabila Anda sudah cukup banyak belajar mengenai analisis dan mampu menyusun rencana investasi saham yang matang, maka kondisi psikologis kemungkinan bisa lebih mudah dikendalikan.

Tagged With :

Leave a Comment