3 Cara Mengatasi Kerugian Dalam Trading Forex

Sebagai trader, apa yang Anda lakukan saat menghadapi kenyataan pahit bahwa posisi trading Anda mengalami kerugian alias loss? Sebuah peluang trading yang dikira bakal mendulang keuntungan besar sehingga Anda open posisi dalam lot besar, ternyata perlahan-lahan menelan balance akun hingga Usable Margin kian menipis.

Dalam situasi ini, trader pemula biasanya panik, kemudian menyuntikkan dana tambahan ke dalam akun untuk memperbesar margin, atau sebaliknya, buru-buru Cut Loss. Padahal, kedua tindakan yang diambil di tengah kepanikan ini justru bisa mengakibatkan kerugian yang lebih besar.

Mengapa demikian? Pertama, Anda tak mungkin menyuntikkan dana tambahan dalam jumlah tak terbatas demi mempertahankan trade yang sudah loss. Kedua, jika melakukan Cut Loss secara terburu-buru, maka Anda takkan bisa memperoleh profit yang memuaskan secara keseluruhan, karena semua posisi trading bermula dari kondisi loss lantaran ada spread.

3 Cara Mengatasi Kerugian Dalam Trading Forex

Jika kedua alternatif itu tak boleh diambil secara sembarangan, lalu apa yang seharusnya dilakukan untuk mengatasi kerugian dalam trading forex? John L Person, seorang trader sukses ternama, menuliskan dalam bukunya “A Complete Guide to Technical Trading Tactics” bahwa “Anda hanya punya tiga pilihan saat berada pada posisi yang buruk, dan tidaklah sulit untuk menentukan apa yang harus dilakukan”.

Ketiga pilihan itu adalah:

  • Get Out: tutup posisi trading yang merugi itu, alias Cut Loss.
  • Double Up: buka posisi trading lagi ke arah yang sama, alias Average Down.
  • Spread It Off: menyeimbangkan risiko dengan membuka beberapa posisi trading lainnya.

Secara pribadi, Person merekomendasikan pilihan pertama sebagai opsi terbaik yang dapat dilakukan trader saat menghadapi kerugian. Namun demikian, Cut Loss-nya Person tentu berbeda dengan Cut Loss-nya trader pemula pada umumnya yang dilakukan serampangan. Tindakan itu selayaknya hanya bisa diambil setelah trader menengok kembali kondisi pasar dan melakukan analisa ulang.

Jika kondisi pergerakan harga sudah berubah dan tidak sama lagi dengan asumsi awal Anda saat open posisi, maka Cut Loss dapat dilakukan; tetapi jika tidak, maka coba pertimbangkan kedua alternatif lainnya.

Umpamanya, awalnya Anda bertrading menggunakan kombinasi Moving Average 50-Day dan 100-Day, kemudian open posisi karena ada Golden Cross (garis MA 50-Day melintas naik ke atas MA 100-Day) yang merupakan sinyal Buy. Namun, kemudian harga berbalik menurun dan Anda menemukan bahwa Golden Cross itu fake (palsu), karena MA-50 Day berbalik turun lagi (berubah menjadi sinyal Sell). Dalam situasi ini, mengakhiri trade jelas menjadi pilihan terbaik bagi Anda.

Namun, andaikan penurunan harga masih belum menembus garis MA yang menjadi titik Support-nya, maka prospek kenaikan kembali masih ada. Dalam hal ini, opsi Average Down atau menyebar risiko trading bisa dipertimbangkan.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar