3 Cara Memaksimalkan Produktivitas Anda dan Bekerja Cerdas

Apa sebenarnya kunci untuk mendapatkan kehidupan yang sehat, bahagia, dan produktif? Ironisnya, jawaban terhadap pertanyaan itu adalah hidup produktif? Lho….? Sepertinya terdengar mudah, bukan? Ketika anda bekerja lebih cerdas (bukan lebih keras), maka anda bisa mencapai tujuan profesional sekaligus tujuan personal anda. Hal itu dapat membawa kepuasan, kesehatan, sekaligus kebahagiaan pada diri anda. Lalu, bagaimana cara memaksimalkan produktivitas anda dengan cara bekerja lebih cerdas?

Bekerja cerdas dapat membantu anda mencapai keseimbangan dan perasaan nyaman, sehingga anda berada pada posisi yang lebih baik untuk membantu orang lain. Namun, cara memaksimalkan produktivitas tidaklah semudah yang dibayangkan, terutama saat kondisi kehidupan dan perekonomian sedang jungkir balik, seperti halnya pandemi covid-19 yang sedang terjadi saat ini.

cara memaksimalkan produktivitas

Bagaimana Cara Memaksimalkan Produktivitas Anda?

Jika anda bisa mengubah cara berfikir tentang tugas sehari-hari anda, anda bisa meningkatkan produktivitas sekaligus mendapatkan keuntungan lainnya. Berikut adalah beberapa cara memaksimalkan produktivitas yang dapat anda coba:

Temukan Kegemaran Anda

Jon Bon Jovi mengatakan bahwa “Tidak ada yang lebih penting daripada kegenaran. Apa pun yang ingin anda lakukan dalam hidup, nikmatilah.” Sikap seperti ini baik untuk kesehatan anda. Sikap ini dapat membantu melepaskan dua neurotransmitter paling kuat dalam otak, yakni dopamine dan oxytocin. Jika mengerjakan apa yang disukai, anda akan lebih berenergi, konsentrasi, dan terus bersemangat. Semangat juga bisa membuat beban kerja anda terasa lebih ringan. Anda bisa menghabiskan waktu mengerjakan apa yang anda sukai, bukannya memboroskan waktu mengerjakan aktivitas yang tidak penting.

Lalu, bagaimana cara menemukan dan mempertahankan apa yang anda sukai? Berikut adalah beberapa cara memaksimalkan produktivitas dengan mengerjakan apa yang anda sukai:

  • Fokus mengejar apa yang anda minati.
  • Lebih dari itu, kembangkan keahlian yang dapat membuat anda merasa lebih puas.
  • Hubungkan pekerjaan jangka pendek dengan ambisi jangka panjang anda, sehingga anda lebih berminat dan bersemangat mengerjakannya.
  • Jika anda merasa semangat anda melemah, maka beristirahatlah, sehingga anda bisa mencermati apa yang anda sudah capai.
  • Berikan waktu untuk istirahat dan mengisi ulang semangat dan energi anda.
Baca Juga:   Inilah Pola Pikir Pengusaha Sukses dalam Mengembangkan Bisnis

Menghubungkan tujuan dengan apa yang sedang dilakukan, bukan berarti bertindak sembarangan. Namun, tujuannya adalah agar anda senantiasa mengingat apa sebenarnya yang diinginkan.

Memilih produktif, bukan sibuk

Sibuk tidak selalu berarti produktif. Produktivitas adalalah istilah yang menggambarkan upaya kita untuk menemukan cara memanfaatkan energi, kecerdasan, dan waktu sebaik mungkin dalam upaya untuk mendapatkan hasil yang sangat berarti dengan upaya yang seefektif mungkin. Produktivitas adalah suatu proses untuk belajar bagaimana cara sukses dengan stress dan perjuangan yang lebih kecil.

Selain itu, bekerja produktif berarti membuat pilihan dengan cara tertentu. bagaimana anda memandang diri sendiri dan mengambil keputusan sehari-hari, cerita yang kita buat untuk diri sendiri, dan tujuan sepele yang kita abaikan. Menjadi produktif juga membangun komunitas dengan tim kerja dan budaya kerja yang kita ciptakan sebagai pemimpin. Lalu, bagaimana caranya?

Anda harus mengakui bahwa tidak semua hal prioritas. Apakah semua yang ada di daftar pekerjaan anda sangat penting? Tentunya iya, namun anda harus melihat mana yang lebih penting, maka gunakanlah waktu dan energi anda untuk mengerjakannya. Prioritaskanlah tugas-tugas yang akan membawa anda lebih dekat dengan tujuan anda dan membantu anda menghindari sanksi. Aktivitas prioritas biasanya memiliki deadline yang ketat, mempengaruhi laba-rugi perusahaan, atau menimbulkan dampak negatif jika tidak dikerjakan.

Bekerja Lebih Sedikit

Meski terdengar kontraproduktif, pepatah “bekerjalah lebih sedikit” sebenarnya benar, sebagai cara memaksimalkan produktivitas anda. Menurut sejumlah penelitian, waktu kerja yang lama tidak selalu menghasilkan output yang besar. Setelah bekerja lebih dari 50 jam per minggu, tingkat produktivitas per jam justru cenderung jatuh. Namun, setelah bekerja 55 jam, produktivitas turun lebih cepat.

Baca Juga:   Penghasilan Tambahan tanpa Ijazah, Coba 4 Peluang Ini

Penelitian lain menunjukkan bahwa bekerja terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan. Ada sejumlah masalah kesehatan yang bisa terjadi, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan masalah kesehatan mental. Alasannya sederhana: tubuh dan pikiran manusia tidak dirancang untuk bekerja tancap gas 8 jam per hari atau 50 jam per minggu. Kita membutuhkan waktu untuk beristirahat dan mengisi ulang energi.

Caranya? Sama dengan cara memaksimalkan produktivitas di atas: fokus hanya pada prioritas anda dan hilangkan yang lainnya dari daftar pekerjaan anda. Setelah menemukan apa yang mesti difokuskan, pastikan anda memberikan perhatian 100 persen. Artinya? Tidak ada lagi multi-tasking dan pastikan untuk beristirahat sejenak setelah bekerja setiap 90 menit.

Sebenarnya, masih ada cara memaksimalkan produktivitas lainnya. Misalnya adalah memastikan anda rileks di pagi hari, dan kembali fokus bekerja di pagi hari. Cara ini sangat penting untuk memastikan adanya keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan, memastikan anda tidur cukup setiap harinya, dan memiliki energi cukup di pagi hari.

Tagged With :

Leave a Comment