3 Aksi Legendaris George Soros Di Pasar Forex

Banyak orang mengenal nama George Soros sebagai terduga biang kerok kejatuhan nilai tukar berbagai mata uang Asia pada krisis keuangan 1997/1998. Namun, Soros sebenarnya telah berulang kali beraksi dengan hasil yang fantastis di pasar forex. Berikut ini tiga (3) aksi legendaris George Soros beserta hikmah yang dapat kita pelajari darinya.

Aksi Legendaris George Soros Di Pasar Forex

1. Soros vs Pound Sterling

Inggris bergabung dengan European Exchange Rate Mechanism (ERM) pada tahun 1991, tepat saat inflasi tinggi dan suku bunga rendah. Sebagai bagian dari perjanjian ERM, Inggris berjanji untuk mempertahankan nilai tukar Pound dalam rentang tertentu terhadap Mark Jerman.

Demi mempertahankan nilai tukar dalam rentang yang dijanjian, Inggris terpaksa berulangkali menaikkan suku bunganya. Dalam situasi ini, Soros menilai Pound sudah overvalue terhadap Mark Jerman.

Nilai tukar mata uang yang sudah overvalue atau kemahalan bakal rentan jatuh. Oleh karenanya, Soros lantas mengakumulasi posisi short pada Pound hingga senilai $10 miliar.

Pemerintah Inggris berupaya keras menaikkan suku bunga terus demi menyokong nilai tukar Pound, tetapi makin lama makin tak memungkinkan. Akhirnya, Inggris terpaksa membatalkan keikutsertaannya dalam ERM dan membiarkan nilai tukar Pound mengambang kembali sesuai pergerakan pasar.

Soros mengantongi keuntungan sekitar $1 miliar dari aksi ini.

2. Soros vs Baht Thailand

George Soros konon mengakumulasi posisi short senilai miliaran dolar lagi pada masa-masa menjelang krisis keuangan Asia 1997. Bedanya, mata uang yang ditarget pada saat itu adalah Baht Thailand. Bank of Thailand segera kehabisan dana untuk menalangi nilai tukar mata uangnya, sehingga aksi jual Soros berhasil lagi.

Soros belakangan menampik tuduhan itu. Ia mengaku telah melepas semua posisi short-nya pada mata uang Asia sejak awal tahun 1997, atau beberapa bulan sebelum krisis. Namun, banyak orang tak memercayainya.

3. Soros vs Yen Jepang

Aksi terkini Soros melibatkan yen Jepang pada tahun 2013 dan 2014. Ia mendulang profit sekitar $1 miliar lagi.

Pada saat itu, PM Jepang Shinzo Abe tengah menjalankan kebijakan moneter longgar (suku bunga rendah) untuk menggairahkan perekonomian. Kebijakan itu memiliki efek samping yang melemahkan nilai tukar yen. Soros langsung memanfaatkan situasi dengan memasang posisi short pada yen dan memborong saham-saham Jepang.

Ketiga aksi legendaris George Soros di atas menunjukkan betapa pentingnya memahami latar belakang fundamental mata uang yang akan kita tradingkan. Soros berhasil meraup cuan melimpah bukan hanya karena memiliki modal yang besar, melainkan juga karena ia mengambil posisi trading yang sesuai dengan arah fundamental mata uang.

Tagged With :

Leave a Comment